Madu Sebagai Sumber Energi

Secara umum, madu mengandung aneka zat gizi seperti karbohidrat, protein, asam amino, vitamin, mineral, dekstrin, pigmen tumbuhan dan aromatik, zat antibiotik. Asetikolin berfungsi melancarkan peredaran darah dan mengurangi tekanan darah, Vitamin A, B1, B2, mineral seperti kalsium, natrium, kalium, magnesium, besi juga garam iodine bahkan radium.

Khasiat madu seperti kita ketahui bersama, sedikitnya ada 8 khasiat:
  1. Janin : memperkuat janin yang lemah dalam kandungan 
  2. Ibu Hamil : membantu menjaga stamina dan kesehatan serta sebagai asupan gizi. 
  3. Bayi : perkembangan otak 
  4. Anak-anak : nafsu makan (berikan buah hati madu herbal untuk anak: Thibby)
  5. Remaja : pertumbuhan 
  6. Dewasa : stamina karena lelah, stress dan mudah terserang penyakit 
  7. Lanjut Usia : kurangi efek penuaan dan daya ingat serta kecemasan 
  8. Mencegah beberapa penyakit infeksi oleh berbagai patogen: infeksi saluran pernafasan, batuk, demam, luka tukak lambung, infeksi saluran pencernaan, kulit, dan saluran kencing dan lain-lain.
Madu Sebagai Sumber Energi
Pada masa lalu, para atlet Romawi dan Yunani kuno meminum madu sebelum dan sesudah bertanding sebagai obat untuk stamina dan pemulih energi. Selama berabad-abad madu memang dikenal sebagai bahan bakar para atlet. Madu mengandung gula yang cepat diserap oleh sistem pencernaan sehingga madu berfungsi sebagai sumber energi instan. Hingga kini, dalam dunia olahraga, madu diberikan sebelum pertandingan dan sebagai pengganti karbohidrat yang digunakan pada saat latihan.

Madu Sebagai Sumber Energi

Untuk itu, di dalam keluarga, bila Anda dan seisi rumah rajin berolahraga lalu meminum madu maka sudah bisa dipastikan akan memiliki jasmani yang sehat.

Madu seefektif glukosa
Hasil riset yang dikeluarkan sebuah jurnal kesehatan menyebutkan kadar glycemic index (GI ukuran untuk mengukur dampak negatif makanan dalam gula darah) yang rendah pada madu memperlambat penyerapan gula dalam darah sehingga lebih menyehatkan sistem pencernaan dan menjamin ketersediaan karbohidrat selama berolahraga. Sementara itu, Laboratorium Nutrisi di Universitas Memphis, menyatakan bahwa madu seefektif glukosa pengganti karbohidrat selama pemanasan.

Madu untuk penyembuh luka
Dalam dunia pengobatan, masyarakat Yunani dan Romawi merupakan pelopor penggunaan madu untuk mengobati hidung tersumbat. Sementara itu, bangsa mesir kuno menjadi pelopor pemanfaatan madu untuk mengobati luka. Mereka membuat salep dari madu untuk mengobati luka bakar dan luka akibat tusukan benda tajam.

Madu Sebagai Antibiotik
Setelah ribuan tahun digunakan, khasiat madu sebagai obat luka terungkap secara ilmiah. Madu bekerja sebagai antibiotik alami yang sangggup mengalahkan bakteri mematikan. Madu sangat asam sehingga tidak cocok untuk pertumbuhan dan perkembangbiakan bakteri.
Madu menghasilkan hidrogen peroksida yang merupakan anti septik luar biasa. Proses osmosis di dalam madu membasmi bakteri kekentalan madu yang sedikit mengandung air menghasilkan proses osmosis menyerap air dari bakteri pada luka dan luka bakar, takubahnya spons menyerap air. Madu mengeringkan bakteri sehingga bakteri sulit tumbuh.

Madu sebagai pembunuh kuman
Kandungan gizi yang luar biasa, semisal; asam amino bebas dalam madu mampu membantu penyembuhan penyakit. Madu mengandung zat antibiotik yang berguna untuk mengalahkan kuman patogen penyebab panyakit infeksi. Mengikuti bangsa mesir kuno setelah menempuh kajian untuk menemukan fakta ilmiah, salep madu untuk luka kini di produksi di Australia.

Madu untuk Terapi
Bangsa Mesir dikenal paling piawai meramu obat dari bahan-bahan alami. Madu termasuk dalam 500 resep obat dari 900 resep yang diketahui. Pengobatan modern yang mengacu pada terapi kuno penggunaan madu dari Mesir puas dengan hasilnya.

Madu untuk Mengobati borok
Sebuah rumah sakit yang bernama UniversitasWisconsin Medical School and Public Health telah menerapkan terapi madu bagi borok penderita diabetes. Uji coba terhadap seorang pasien berusia 79 tahun berhasil menyembuhkan borok pada jari kakinya. Sang pasien bahkan tidak jadi diamputasi berkat terapi madu tersebut.

Madu berperan sebagai Antioksidan
Di Selandia Baru,terapi madu berhasil menyembuhkan lecet pada punggung pasien yang terlalu lama terbaring di ranjang rumah sakit. Di Uni Emirat Arab, terapi madu untuk luka akibat herpes bibir dan alat kelamin mempercepat penyambuhan dan mengurangi rasa sakit.

Sementara itu untuk membuktikan peran madu sebagai antioksidan, peneliti di Universitas California membuktikan konsumsi madu mampu meningkatkan antioksidan dalam darah. Uji coba pada tikus untuk mengkaji kemampuan madu meningkatkan penyerapan kalsium memberikan hasil memuaskan. Riset di Universitas Purdue itu menyimpulkan, konsumsi suplemen kalsium bersama madu mampu meningkatkan penyerapan kalsium oleh tubuh.

Madu untuk Awet muda
Mengapa Ibu Suri Kerajaan Inggris dan Ratu Elizabeth berumur panjang? Bisa diyakini, madu berperan besar dalam menjaga kesehatan sehingga membuat keduanya berumur panjang. Bagi keluarga Kerajaan Inggris, sarapan madu sudah menjadi kebiasaan setiap hari. Mereka mengoleskan madu berkualitas tinggi pada roti.

Manis alami madu digunakan di Inggris hingga pertengahan abad ke-17. Kebiasaan tersebut sempat berubah ketika gula yang dianggap lebih berkelas mulai di produksi. Namun, setelah gula semakin meluas pemakaiannya tak lagi terbatas pada kalangan atas, keluarga kerajaan kembali mengkonsumsi madu. Itulah sebabnya kesehatan mereka terjaga dengan baik.

Related Posts:

Followers